Memahami Anhedonia, Salah Satu Gangguan Mental – Bersamaan dengan meningkatnya pengetahuan warga mengenai depresi, pengetahuan menimpa salah satu tanda serta gejalanya, ialah anhedonia, pula terus menjadi meningkat. Keadaan apakah ini serta saat ini terjadi, apa yang sesungguhnya terjadi di otak?

Memahami Anhedonia, Salah Satu Gangguan Mental

 

Anhedonia ialah sesuatu keadaan seorang tidak lagi merasakan kesenangan saat melaksanakan hal- hal yang umumnya dia gemari misalnya bermain Situs Judi Slot Online Gampang Menang Terpercaya. Kondisi ini ialah sesuatu gejala dari sebagian gangguan jiwa, salah satunya merupakan tekanan mental. Terbentuknya anhedonia nyatanya pula berkaitan dengan kerja otak.

Anhedonia sendiri dibagi jadi 2 tipe, ialah anhedonia sosial serta pula raga. Anhedonia sosial umumnya ditandai dengan seorang yang tidak mau menghabiskan waktunya dengan orang lain serta memilah buat sendirian. Dia tidak tertarik buat bersosialisasi dengan area dekat.

Sebaliknya anhedonia raga ialah ketidakmampuan seorang buat menikmati kontak raga dengan orang lain, contohnya semacam sentuhan ataupun ikatan seksual.

Apa saja tipe anhedonia?

Permasalahan ini dikelompokkan jadi 2 jenis, ialah anhedonia sosial serta anhedonia raga.

1. Anhedonia sosial

Bila Kalian hadapi anhedonia sosial, hingga Kalian cenderung tidak suka menghabiskan waktu dengan orang lain. Gejala yang bisa jadi ditimbulkan saat hadapi keadaan ini merupakan:

Memiliki rasa mau menyalurkan perasaan negatif kepada diri sendiri serta orang lain. Kalian bisa jadi melaksanakannya lewat tutur kata, gerak badan, serta perbuatan yang lain.

Merasa kesulitan buat membiasakan diri pada area sosial adalah gejala lain dari anhedonia sosial.

Memiliki perasaan kosong serta datar, sampai Kalian tidak bisa merasakan perasaan apapun

Memiliki kecenderungan buat memalsukan perasaan bahagia semacam berpura- pura senang di hadapan orang lain saat terletak pada suasana serta keadaan sosial. Sementara itu sesungguhnya Kalian merasa biasa- biasa saja ataupun apalagi tidak merasakan apapun.

Tidak memiliki kemauan buat berkumpul ataupun menghabiskan waktu bersama sahabat serta keluarga, walaupun pada keadaan wajar Kalian bahagia melaksanakannya.

Menolak ajakan buat tiba ke acara- acara semacam acara, konser, ataupun aktivitas yang lain. Perihal ini diakibatkan perasaan bahagia yang Kalian miliki menghilang, sehingga Kalian merasa tidak akan memperoleh khasiat dari melaksanakan aktivitas tersebut.

2. Anhedonia fisik

Sedangkan itu, bila Kalian hadapi anhedonia raga, Kalian cenderung tidak akan memperoleh sensasi sentuhan raga yang biasanya dialami orang lain, ataupun sensasi yang akan Kalian rasakan pada keadaan wajar.

Gejala yang bisa jadi terjadi saat hadapi keadaan ini antara lain:

Tidak merasakan sensasi apapun saat diberi sentuhan kasih sayang oleh orang lain, semacam dekapan ataupun bisa jadi ciuman. Rasa yang Kalian miliki saat itu cenderung kosong ataupun Kalian tidak merasakan apapun.

Tidak merasakan kenikmatan serta rasa senang saat komsumsi santapan yang Kalian suka, sementara itu umumnya rasa yang Kalian miliki merupakan kebalikannya.

Tidak gampang terangsang ataupun apalagi tidak tertarik buat melaksanakan ikatan raga dengan pendamping Kalian ataupun orang lain.

Hadapi permasalahan kesehatan yang berkepanjangan, semacam kerap jatuh sakit.

Apa pemicu dari anhedonia?

Salah satu pemicu dari anhedonia merupakan pemakaian obat semacam antidepresan serta antipsikotik yang digunakan buat mengobati tekanan mental. Anhedonia sangat berkaitan erat dengan tekanan mental, tetapi buat mengalaminya, Kalian tidak butuh merasa tekanan mental ataupun pilu.

Kalian pula bisa hadapi keadaan ini bila Kalian memiliki rasa trauma atas sesuatu peristiwa yang membuat Kalian tekanan pikiran di masa kemudian. Selain itu, pengalaman kekerasan ataupun penolakan yang Kalian rasakan pula bisa jadi faktor munculnya keadaan ini.

Bila Kalian memiliki penyakit yang mengganti kualitas hidup Kalian ataupun bila Kalian hadapi eating disorder semacam anoreksia serta bulimia, keadaan ini pula dapat timbul. Apalagi, bila Kalian memiliki penyakit yang tidak berkaitan dengan penyakit mental semacam parkinson, diabet, ataupun jantung koroner, Kalian dapat saja hadapi keadaan ini.

Nah itulah Kalian harus memahami Anhedonia, salah satu gangguan mental yang menyebabkan orang kehilangan rasa yang disukai.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *